Pada gambar A dan B terdapat 2 jenis hewan yang berbeda, jika dilihat gambar tersebut menunjukkan
kaki hewan berjenis unggas atau burung. Setelah ditelusuri, didapati bahwa pada gambar A merupakan
gambar kaki unggas dengan jenis bebek atau itik, sedangkan pada gambar B merupakan gambar kaki
burung dengan jenis Bangau Biru Besar atau The Great Blue Heron.
A. BEBEK / ITIK
Bebek atau itik adalah nama umum untuk beberapa spesies burung dalam famili Anatidae. Bebek
umumnya adalah burung akuatik yang sebagian besar berukuran lebih kecil dibandingkan angsa
maupun angsa berleher pendek, dan dapat ditemukan pada perairan air tawar maupun air laut. Bebek
atau itik merupakan burung atau unggas dengan klasifikasi Kerajaan: Animalia, Filum: Chordata, Kelas:
Aves, Ordo: Anseriformes, Famili: Anatidae, Genus: Anas/Cairina. Sebagian besar bebek berkembang
biak sekali setahun dan memilih kondisi yang sesuai (pada musim panas, musim semi, atau musim
hujan).
Secara umum tubuh bebek berukuran lebar, berlekuk, dan memiliki leher yang relatif panjang,
meskipun tidak sepanjang angsa. Makanan bebek bervariasi seperti rumput, tanaman air, ikan, serangga,
amfibi kecil, cacing, dan moluska kecil. Bebek penyelam dan bebek laut mencari makanan di kedalaman
air sehingga memiliki massa yang lebih besar agar mudah menyelam, namun menjadi lebih sulit
terbang. Sedangkan bebek dari subfamili Anatinae tidak mampu menyelam jauh, mereka hanya
menyaring makanan dari perairan yang mampu dijangkau, sehingga memiliki paruh pipih dan
berbentuk lebar yang mengandung lamela, yaitu pelat tipis yang berjumlah banyak dan saling
berdekatan seperti pada permukaan kaki cicak, dan insang ikan. Sedangkan pada bebek berguna sebagai
penyaring makanan.
Kaki bebek memiliki ukuran yang cukup lebar dan berselaput sehingga memudahkannya dalam
berenang, bahkan bebek menjadi salah satu hewan yang terkenal sebagai perenang handal. Pada saat di
air kaki bebek secara otomatis akan melebar, dan selaput yang ada di antara jari-jari kaki bebek
membuatnya bisa bergerak dan bertahan di air, selain itu juga membantunya saat melewati daratan,
termasuk pada saat di area berlumpur. Bebek muda rentan menjadi mangsa predator karena
ketidakmampuan mereka untuk terbang, umumnya menjadi mangsa ikan besar seperti ikan pike, buaya,
dan pemburu air lainnya, termasuk burung pemakan ikan seperti burung kuntul. Sarang bebek sering
dirampok oleh predator daratan seperti rubah atau burung besar seperti elang. Bebek dewasa adalah
penerbang yang cepat, tetapi masih terdapat predator yang mengancam seperti manusia dan Falcon
Peregrine.
Selain Itu, bebek juga memiliki keunikan yaitu tidak dapat berkeringat karena bebek tidak memiliki
kelenjar keringat, sehingga Cuaca yang panas justru menstabilkan suhu tubuh bebek. Kemudian bebek
juga memiliki 3 kelopak mata yang disebut membran nictitating yang berperan penting dalam
melindungi, melembabkan, sekaligus membersihkan mata bebek. Bebek memiliki penglihatan tajam
mencapai 2-3 kali lipat daripada manusia, sehingga bebek mudah melihat sinar UV dan panorama di
dalam air. Tidak hanya itu, bebek juga peniru yang handal dengan melihat atau diajari oleh manusia
seperti saat berbaris hingga meniru gaya intonasi manusia saat berbicara.
B. BANGAU BIRU BESAR
Bangau biru besar (Ardea herodias) adalah burung rawa besar dalam keluarga bangau Ardeidae,
biasanya ditemukan di dekat pantai perairan terbuka dan di lahan basah di sebagian besar Amerika
Utara dan Tengah, dan merupakan bangau terbesar yang berasal dari Amerika Utara, ukurannya hanya
dilampaui oleh bangau goliat (Ardea goliath) dan bangau perut putih (Ardea insignis). Bangau biru
besar merupakan burung dengan klasifikasi Kerajaan: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Aves, Ordo:
Pelecaniformes, Famili: Ardeidae, Genus: Ardea, Spesies: A.herodias.
Ciri-ciri bangau biru besar adalah bulu yang berwarna abu-abu dengan sedikit warna biru, paha
berwarna merah kecoklatan, sepasang garis merah kecoklatan dan hitam di bagian panggul, lehernya
berwarna abu-abu berkarat dengan guratan hitam dan putih di bagian depan, kepalanya lebih pucat,
dengan wajah hampir putih, dan sepasang bulu hitam atau batu tulis membentang dari atas mata hingga
ke belakang kepala. Pada saat awal musim kawin, paruh dan kaki bagian bawahnya menjadi jingga.
Burung yang belum dewasa memiliki mahkota yang berwarna kusam, pola sayapnya terlihat samar
samar, tidak mempunyai bulu, dan paruhnya berwarna abu-abu kekuning-kuningan. Dua dari tiga jari
kaki depan umumnya saling berdekatan. Di lintasan balap, jari kaki depan dan belakang sering kali
memperlihatkan cakar kecil.
Bangau biru besar dapat beradaptasi dengan hampir semua habitat lahan basah di wilayah
jelajahnya. Spesies ini dapat ditemukan dalam jumlah banyak di rawa air tawar dan air asin, rawa bakau,
padang rumput yang tergenang air, tepi danau, atau garis pantai. Ia dapat dilihat di daerah yang sangat
maju selama daerah tersebut memiliki perairan yang menghasilkan ikan. Selain itu, mereka jarang
menjelajah jauh dari perairan, namun terkadang terlihat terbang di daerah dataran tinggi. Mereka
biasanya bersarang di pepohonan atau semak-semak di dekat tepi air, seringkali di pulau-pulau (yang
meminimalkan potensi pemangsaan) atau di tempat-tempat yang sebagian terisolasi.
Makanan utama bangau biru besar adalah ikan, mereka dapat memangsa berbagai ukuran ikan
mulai dari ikan kecil hingga ikan dewasa besar. Selain ikan, ia juga diketahui memakan berbagai macam
mangsa amfibi seperti katak dan salamander yang mudah diambil, serta reptil seperti kura
kura kecil, ular dan kadal. Mereka juga memangsa mamalia kecil termasuk tikus, tikus tanah, dan tupai.
Bangau menemukan makanannya melalui penglihatannya dan biasanya menelannya secara utuh.
Mereka mencari makan sendirian dan biasanya mencari makan sambil berdiri di air, tetapi juga bisa
mencari di lading, jatuh dari udara, atau hinggap. Teknik berburu yang paling umum digunakan adalah
mengarungi perairan dangkal dengan kakinya yang panjang, memanfaatkan jari-jarinya yang panjang,
dan dengan cepat menusuk mangsa dengan paruhnya yang panjang dan tajam.
Selain itu, bangau biru besar juga memiliki kelebihan yaitu dapat berburu siang dan malam berkat
tingginya persentase fotoreseptor tipe batang di mata mereka yang meningkatkan penglihatan malam
mereka. Kemudian Berkat tulang leher yang berbentuk khusus, Great Blue Heron dapat dengan cepat
menyerang mangsa dari jarak jauh. Bangau Biru Besar memiliki bulu khusus di dadanya yang terus
tumbuh dan berjumbai yang disisir dengan cakar di jari tengah mereka, dan mengoleskan semacam
bedak pada bagian bawah bulunya untuk menghilangkan lender dan minyak lainnya dari bulu saat
bersolek.
Komentar
Posting Komentar